Logo Design by FlamingText.com
body{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/monkey-ani.gif "), auto;}
Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Senin, 31 Desember 2012

Karena tak ada alasan untuk tak mencintaimu (part I)

Sekali lagi vira termenung memandangi foto itu foto dirinya bersama seorang pria, pria yang sangat dicintainya, pria yang mampu mengisi kekosongan dihatinya, pria yang memberikan kebahagiaan dihidupnya sekaligus kesedihan yang teramat dalam..

Ceritanya berawal dari tiga tahun yang lalu saat itu vira masih memakai seragam putih abu-abunya ditahun terakhir ia bersekolah.
Karena hobinya membaca buku, setiap rabu saat pulang sekolah ia selalu menyempatkan diri meminjam buku atau sekedar membacanya di tempat penyewaan buku langganannya apalagi tempatnya sangat nyaman dan berada di dalam sebuah pusat perbelanjaan jadi bisa sekaligus shopping.
Setelah lama memilih-milih buku, akhirnya pilihannya jatuh pada buku karangan stephanie Zen one last chance namun karena langit sudah mendung ia memutuskan untuk membawa pulang buku tersebut untuk dibaca dirumah saja, tapi terlambat ketika ia sampai di lantai dasar ternyata sudah turun hujan dengan derasnya. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke starbooks tempat penyewaan buku tadi sekaligus mengisi perutnya yang sudah lapar karena disana juga terdapat caffe jadi kita bisa membaca buku sambil makan. Tapi sialnya, ternyata tempat itu sudah penuh, mungkin karena diluar hujan jadi banyak yang memutuskan untuk membaca disana, tapi ternyata masih ada satu bangku kosong lagi disebelah seorang pria yang mungkin sebaya dengannya, tak ingin lama lama vira segera menuju bangku kosong tersebut. Permisi mas bangku ini kosong kan, boleh saya duduk disini? Tanya vira sopan. Pria itu langsung memalingkan wajahnya dari buku yg sedang ia baca dan ia hanya menggangguk singkat kepada vira. Terimakasih ya kata vira sambil tersenyum tapi pria itu hanya melirik sekilas dan kembali membaca bukunya. Sombong sekali pria ini,tentu saja hanya dalam hati karna gk mungkin dia ngomong seperti itu pada orang yg sudah berbaik hati membagi kursi dengannya. Tapi emang dasar vira gak bisa diem, sambil membaca ia mengetuk ngetukan kakinya dibawah meja dan kelakuannya itu membuat pria disampingnya terganggu "mba bisa gak kakinya diem saya lagi butuh konsentrasi, kalo mba gitu terus saya mana bisa baca" eh sorry mas, saya emang begini, gak bisa diem kakinya maaf ya mas jawab vira. Dengan wajah kesal pria itu meninggalkan vira dari tempat itu tapi bukannya merasa bersalah vira malah cuek bebek sambil meneruskan membaca buku. Tak terasa sudah sejam lebih vira disana dan sepertinya hujan hanya tinggal rintik2 saja dia harus cepat2 pulang kalau tidak ingin dimarahi mamanya karna pulang terlalu malam.sesampainya ditempat parkir dia terkejut karena ada orang tergeletak di samping mobilnya ia terkejut dan ternyata orang itu pria yang tadi bersamanya di starbooks vira segera memanggil satpam, pak tolong pak ada mayat ditempat parkir, hah yang benar dik tanya satpam tersebut. Iya pak kalo gak percaya ayo ikut saya, satpam itu ditemani satu orang satpam lagi bergegas mengikuti vira.tuh kan pak bener ada mayat, segera kedua satpam itu mengecek pria yang tergeletak itu, adik ini mengagetkan saja dia cuma pingsan kok belum meninggal dik, ah masa sih pak? Iya dik ini masih ada nafasnya kok, lebih baik sekarang adik bawa dia kerumah sakit saja kata satpam itu. Loh kok saya sih pak? Saya aja gak kenal orang ini! Kenapa gk bapak berdua aja yg bawa kerumah sakit! Loh adik ini gimana sih, kami kan harus kerja dik masa adik gak kasian lagian kan adik bawa mobil tolonglah dik. Karena tidak ada alasan lagi vira akhirnya setuju. Namun ditengah-tengah perjalanan pria itu terbangun, kamu kan cewek yang di cafe tadi kok bisa sama sy? Ini saya mau dibawa kemana, kamu mau culik saya ya? Eh sembarangan kalo ngomong! Tadi kamu saya temuin pingsan di parkiran kirain udah mati,terus saya disuruh bawa kamu kerumah sakit sama satpam itu tadinya aku gak mau, tp aku kasian sama kamu! Oh gitu, maaf ya aku udah salah sangka dan jutek sama kamu tadi kata pria itu. Iya gak apa2 kok,oya ngomong2 kamu mau kerumah sakit atau aku antar pulang? Anter aku pulang aja deh, dari sini ada perempatan belok kanan ntar ada perumahan kamu masuk berenti di rumah no17. Oke, ngomong2 kamu kok bisa pingsan tadi? Gpp kok, cuma sedikit pusing aja mungkin kecapekan. Terus kendaraan kamu gimana? Biarin ntar aku suruh supirku aja yg ambil, eh kita udah sampai nih dirumahku, kamu mampir dulu ya. Maaf tp aku gak bisa mlm2 ntar mamaku nyariin lain kali aja ya jawab vira. Oke deh, tp aku boleh tau nama kamu kan aku valdy kamu? Aku vira, nama kamu cantik vir kaya orangnya. Hehe makasih jawab vira. Vira aku boleh minta alamat kamu tanya valdy. Boleh kok, sebentar ya aku catet dulu Nih alamatku gak seberapa jauh dari sini kok kalo gitu aku pulang dulu ya val, iya vir makasih ya dan hati hati dijalan kata valdy. Vira hanya tersenyum sambil membunyikan klakson mobilnya.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar