Logo Design by FlamingText.com
body{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/monkey-ani.gif "), auto;}
Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Rabu, 12 Desember 2012

Maafkan alif ayah

Aku alif dari kecil aku tinggal bersama ayahku karena ibuku meninggal sewaktu melahirkanku..
Ayahku bukanlah orang kaya dia hanya satpam sebuah bank swasta di medan namun aku tetap bahagia walau kami hidup dengan seadanya saja, dari kecil ayah tak pernah membelikanku mobil-mobilan ataupun mainan lainnya karena keadaan kami yang serba pas-pasan,namun ayahku selalu membuatkan ku mainan2 dari bahan bahan bekas bagiku itu saja sudah cukup.. Ayahku tak pernah membeli baju baru, ia selalu mendahulukan kepentingan ku untuk dapat bersekolah, rupiah demi rupiah ia sisihkan setiap harinya agar aku dapat bersekolah hingga perguruan tinggi ini yang membuatku untuk semangat terus kesekolah dan berprestasi aku tidak ingin mengecewakan ayahku..namun saat aku SMA ayahku berhenti dari pekerjaannya karena bank tempatnya bekerja bangkrut. Awalnya aku ingin berhenti bersekolah saja tapi ayahku melarangku dia berkata padaku "cukup ayah saja yang seperti ini nak, ayah ingin kamu menjadi anak yang sukses biarlah ayah mencari pekerjaan lain,tugasmu hanya belajar dan mengejar cita cita, dan selalu berdoa agar jalanmu dimudahkan" kata kata ayahlah satu satunya penyemangatku, seringkali aku dikatai oleh teman temanku namun aku selalu sabar dan selalu ingat perkataan ayah.
Sewaktu menginjak kelas XI aku berteman dengan adit dia murid pindahan dari jakarta, tak jelas apa penyebabnya pindah kesekolahku yang bisa dibilang agak pedalaman namun aku tak memikirkannya.. Lama kelamaan aku semakin akrab dengan adit.. Aku sering menginap dirumahnya, suatu hari adit menawarkan ku sebuah obat katanya si itu obat penenang agar kami tidak terlalu tegang menghadapi ujian. Sebagai orang desa aku percaya saja,namun tidak hanya menenangkan pil itu memberikan sensasi yang luar biasa.lama lama aku ketagihan, namun adit tidak lagi memberikan gratis padaku, terpaksa aku berbohong kepada ayah kubilang untuk keperluan sekolah hingga ayah bekerja mati matian. Tapi lama kelamaan ayah mulai curiga kepadaku tapi aku berhasil mengelak. Hingga suatu hari ayah menemukan pil yang belakangan kuketahui adalah narkoba, seketika ayah murka kepadaku ia menyesali perbuatanku, ia menyuruhku membuang barang haram itu namun aku tak mau karena aku sudah ketagihan, kini aku berani melawan ayahku, ayah itu tau apasih apa selama ini ayah pernah ngasih kebahagiaan ke aku? Waktu aku kecil ayah gak pernah beliin aku mainan! Aku capek yah hidup begini terus,aku capek punya ayah miskin kayak ayah! Cuma benda ini yang bisa buat aku terbang tinggi yah! Astaghfirullah istighfar nak.. Ingat itu barang haram kemana kamu yang dulu? Alif kecil yang penurut? Alaah aku bukan anak kecil lg yah,pokoknya mulai sekarang aku pergi dari rumah ini! Alif tunggu jangan tinggalin ayah nak.. Namun aku tak menggubris panggilan ayahku. Kini aku tinggal bersama adit,tidak ada lagi alif yang dulu..alif yang penurut dan pandai disekolah. Hingga suatu hari aku bertemu tetanggaku, alif kemana aja kamu nak? Ayahmu sedang sekarat dirumah sakit .aku langsung berlari kerumah sakit,pantas saja daritadi perasaanku tak enak. Sesampainya disana aku melihat tubuh kurus ayah yang terbujur kaku, pria yang dulunya gagah itu kini sudah tak berdaya..ia telah pergi untuk selamanya.. Kini alif baru merasakan penyesalan yang teramat dalam,dia sudah jadi anak durhaka,alif hanya bisa menangis melihat kepergian ayahnya. Ayah maafin alif yah, ayah jangan pergi alif belum sempet beliin baju baru buat ayah..alif nyesel yah tolong maafin alif, alif janji akan berubah,alif mau seperti dulu lagi yah..namun semua sudah terlambat, kini alif hidup dengan rasa penyesalan yang teramat dalam.

Nb: cerita ini cuma karangan saya saja, pesannya jangan sampai kita menjadi seorang penyesal berbaktilah pada orang tua,dan dekatlah dengan Tuhan :) mohon maaf jika tulisan ini kurang baik :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar