Saat mendengar berita ia akan memiliki momongan betapa bahagianya dia. sebulan, dua bulan semakin lama perutnya semakin membesar..dengan hati hati dia melindungi kita yang berada di rahimnya.
Segala ramuan dia minum, agar kandungannya tetap sehat, berbagai makanan sehat ia konsumsi demi kita calon anaknya, bahkan yang ia tak suka sekalipun rela ia lakukan hanya demi kita dan untuk tidur pun ia tak bisa sembarangan agar kita aman didalam rahimnya. Bahkan ia merasakan sakit diperut saat kita bergerak-gerak didalamnya tapi ia bahagia. Lalu memasuki bulan ke sembilan dia melahirkan kita, dengan segala perjuangannya ia melawan rasa sakitnya dan nyawapun taruhannya! Saat terdengar bunyi baya menangis betapa bahagianya dia, melihat anaknya yang sehat dan cantik atau tampan.
Empat bulan kita sudah bisa tengkurap alangkah bahagianya dia, ia terus melatih kita agar bisa merangkak hingga berjalan semua itu ia lakukan dengan penuh kasih sayang. Bahkan dia rela tidak tidur semalaman hanya untuk menenangkan kita yang menangis di malam hari.. Dengan segala kerepotan pekerjaannya ia terus menyayangi kita, ia selalu membawa kita di setiap pekerjaannya, ia terlalu takut untuk meninggalkan kita dirumah sendirian bahkan untuk di serahkan kepada pengasuh pun ia tak mau, betapa ia sangat menyayangi kita.
Tak terasa kita sudah memasuki tahun kelima, dan ia memasukkan kita ke Taman kanak-kanak, namun saat kita ditinggalkan didalam kelas kita menangis, kita tak ingin ia pergi akhirnya ia menunggui sampai pulang dan mengajarinya untuk terbiasa mandiri. Hari berlalu begitu cepat,
Tak terasa kita sudah beranjak dewasa, kita tumbuh sesuai harapannya betapa bangga dan bahagianya ia, namun dia sangat bersedih saat anak yang dulu menangis bila ia tinggalkan kini tak selalu ada disampingnya, kita mulai sibuk dengan kegiatan kita sendiri, entah itu sekolah, kuliah, atau bekerja.
Semakin hari ia semakin tua dan keriput, kesehatannya pun menurun dan ia mulai sakit-sakitan, saat itulah dia sangat mengharapkan kasih sayang kita, ia mengharap perhatian kita, ia ingin kita selalu disampingnya seperti saat kita masih sering menangis digendongannya. Dan tugas kita hanya datang merawatnya dengan penuh kasih sayang yang tulus seperti ia menyayangi kita dari saat kita dikandungnya, selalu ada di dekatnya hingga ajal menjemputnya.
Untuk ibu tercinta ,terkasih dan tersayang maaf jika aku sering menyusahkan mu bahkan mengecewakan mu.
I love you mom more than ever :* dan selamat hari ibu buat para ibu dan calon-calon ibu :)
i love it via :)
BalasHapusthank you amel
BalasHapus